Jamaah AR-Fachruddin
Universitas Muhammadiyah Malang
Jamaah AR-Fachruddin
Universitas Muhammadiyah Malang

Berdakwah di Masa Kini

        Secara etomologi berdakwah berarti mengajak atau mensi'ar. Dengan demikian Berdakwah dapat diartikan Mengajak suatu perkara menuju sebuah kebaikan.
  كل انسان خليفة في الارض
kullu insanin kholifatun fi ardhi
"Setiap manusia adalah khalifah di muka bumi ini."

        Berdakwah tidak harus dilakukan dengan suatu kegiatan yang bersifat dzhohir akan tetapi bisa melalui sifat atau pun perilaku. Di zaman yang serba modern seperti sekarang ini, sangat dibutuhkannya cara berdakwah agar dapat menyaingi zaman yang serba canggih ini. Pergeseran yang luar biasa tersebut tidak bisa dihindari dan diputar ulang seperti era agraris. Ulama dan pemerintah sekalipun tidak bisa merubah kekuatan tersebut. Modernisasi, menurut Anthony Giddens (1990)

        Fenomena anak muda mengaji hanya dengan menggunakan handphone, Wanita yang mengunakan jilbab modis,  ibadah Umrah yang dijadikan trend  berwisata ke tempat yang berbau religius, biaya seminar ke agamaan yang mahal dan gerakan sholat subuh berjamaah yang sedang tenar, konsultasi keagamaan melalui whatsapp, twitter, facebook dan masih banyak yang lainnya yg dapat di saksikan di era saat ini.

       Pergeseran yang sangat drastis ini tentu membuat lembaga-lembaga dakwah yang harus menyiapkan pergerakan yang berbeda dari sebelumnya yang mampu menyaingi keadaan, di bawah ini ada beberapa pembahasan yang harus dilakukan di era masa kini dalam berdakwah (Abdul Basit : 2013).

a.  Mengubah paradigma dakwah
     Melakukan suatu kegiatan dakwah harus melihat situasi dan kondisi sekitarnya. Pemerintah khususnya juga sangat berperan delam perubahan paradigma ini dengan mengadakan Fakultas Dakwah di setiap Universitas seperti yang telah ada di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan menambah wawasan mengenai komunikasi Islam.

b.  Mempersiapkan Da'i yang mumpuni dalam ilmu dan teknologi
     Mengajak kedalam suatu kebaikan yang terjadi pada era saat ini  tidak hanya dengan perbuatan nyata tapi juga sangat di butuhkannya teknologi yang mendukung akan hal ini. Oleh karna itu Da'i  modern saat ini  diharuskannya faham dan ahli dalam  bidang keilmuan agamanya maupun teknologi yang sedang beredar agar mampu menyandingi masyarakat yang membutuhkan keilmuan agama akan tetapi memiliki sedikit waktu di karenakan terpotong dengan waktu kerja yang padat. Sosial media adalah salah satu jalan untuk menanggulangi hal ini.

     Media informasi yang ada saat ini sangat di butuhkan pendakwah yang pintar dalam memanfaatkannya, agar ilmu agama dapat menyebar dengan baik dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Wallahu A'lam bissawab.

 

Windi Argiatmoko (Maganger Dept. Media dan Informasi)

Shared: