Jamaah AR-Fachruddin
Universitas Muhammadiyah Malang
Jamaah AR-Fachruddin
Universitas Muhammadiyah Malang

Kebahagiaan Menyambut Bulan Ramadhan

Bismillah, Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh...

        Sesuatu yang akan dinanti akan memberi kebahagiaan pasti senantiasa untuk dinantikan kehadirannya. Bulan yang selalu dinanti-nanti oleh setiap hamba kehadirannya, Karena ada kebahagiaan yang terdapat di dalamnya saat hadir di tengah-tengah mereka dan mereka ingin menyabutnya degan rasa kebahagiaan dihati.

        Begitulah yang dilakukan oleh Rasulullah salallahuAlahiWasalam dalam menanti hadir bulan yang penuh berkah dua bulan sebelumnya beliau sudah memohon kepada Allah SubhanaWaTaala agar dipanjangkan usianya sehingga Beliau dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan.

        Bahagia menyambut bulan Ramadhan adalah suatu keniscayaan, kerena itu akan mempersiapkan diri untuk menyambutnya baik secara fisi, mental dan spiritual, harta dan lainnya agar kita juga semangat serta mengisi aktivitas dan ibadah Ramadhan secara maksimal maupun optimal.
Dalam hadist lain disebukan:
“barangsiapa yang bergembira datangnya bulan Ramadhan, diharamkan Allah jasadnya menyentuh api neraka”.(An-Nasa’i)
Dalam hadis lain juga disebutkan:
“seandainya umatku tahu keutamaan bulan puasa merekan akan meminta supaya bulan yang ada dijadikan puasa selamanya…(Ibnu Majah).

       Menjelang Ramadhan tiba beliau juga menyampaikan basyarah (kabar gembira) sekaligus pengarahan dan motivasi kepada para sahabatnya terkait dengan bulan Ramadhan. Seperti yang diriwayatkan oleh sayyid bin thawus dan syeikh shaduq, dengan sanad dari Amirul Mukminin Umar Bin Al-Khatab ra, dia berkata: bahwa Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasalam pada suatu hari menjelang bulan Ramadhan tiba berpidato di hadapan kami:

      “Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah Subhana Wa Taala dengan membawa berkah rahmat dan magfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah Subhana Wa Taala. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah yang paling utama, jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama, inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah Subhana WaTaala dan dimuliakan oleh-NYA. Dibulan ini nafas-nafas mu menjadi tasbih tidurmu ibadah amal-amal mu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Subhana WaTaala Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah Subhana Wa Taala membimbingmu untuk melakukan shiyam (puasa) dan membaca  kitab-NYA. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah Subhana Wa Taala dibulan agung ini.

       Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai Karena amal – amal mu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Pungunggung-punggungmu berat Karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah! Allah SubhanaWaTaala bersumpah dengan segala kebesaran Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb Al – Alamin (Tuhan semesta Alam).

        Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa ini maka disisi Allah Subhana WaTalaa nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia di beri ampunan atas adosa-dosa yang lalu.
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaqnya dibulan ini ia akan berhasil melewati sirathal mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

        Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surge dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhan mu agar tidak pernah menutupkan nya kembali bagimu, pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabb mu untuk tidak akan pernah di bukakan kembali bagimu, setan-setan terbelenggu maka mintalah agar ia tidak lagi pernah menguasai dirimu kembali.

         Di saat itu Amirul Mukminin berkata:”Aku berdiri dan berkata:”ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?”jawab Nabi:”ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah Subhana WaTaala.

         Wahai manusia! Sesungguhnya akan dianuangi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yakni bulan Lailatu Qadar.

          Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surge. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan Allah SuhanaWaTaala memberi rezki kepada mukmin di dalamnya. Oleh Karena itu perbanyaklah dengan empat perkara dibulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhan Tuhan mu, dan dua perkara lagi kamu sangat membutuhkannnya; dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SubhanaWaTaala dan mohon ampun kepada-NYA;sedangkan dua prkara yang kamu sangat membutuhkan nya ialah memohon surge dan perlindungan dari neraka.

Malang,11 Mei 2017

Oleh Tri Putri Elfika

Mahasiswi Pendidikan Matematika

Shared: